Kamis, 23 Mei 2013

Remaja Masih Rentan Terkena AIDS


MTs Makara – Pengetahuan tentang HIV-AIDS para remaja yang masih minim, Pihak Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Karangan bekerjasama dengan Madrasah Tsanawiyah Ma’arif Karangan mengadakan sosialisasi dengan ceramah singkat dihadapan seluruh siswa-siswi.
Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada remaja bagaimana cara mencegah sejak dini penularan HIV-AIDS,
Kepala Madrasah, Drs. H. Sukarodin, M.Ag, sangat mendukung kegiatan semacam ini, karena bisa memberikan informasi sebanyak mungkin tentang AIDS kepada siswa madrasah. Mulai dari cara menghindari, dan bersosialisasi dengan penderita AIDS, yang merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia saat ini.

AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan kumpulan dari gejala dan infeksi atau biasa disebut sindrom yang diakibatkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh manusia karena virus HIV, sementara HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat melemahkan kekebalan tubuh pada manusia. Jika seseorang terkena virus semacam ini akan mudah terserang infeksi oportunistik atau mudah terkena tumor. Untuk sampai saat ini, penyakit HIV AIDS belum bisa disembuhkan dan ditemukan obatnya, kalau pun ada itu hanya menghentikan atau memperlambat perkembangan virusnya saja.


Virus HIV dan virus-virus sejenisnya seperti  SIV, FIV dan lain-lain biasanya tertular melalui kontak langsung antara aliran darah dengan cairan tubuh yang didalamnya terkandung HIV, yakni darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan virus ini sering terjadi pada saat seseorang berhubungan intim, jarum suntik yang terkontaminasi, transfusi darah, ibu yang sedang menyusui, dan berbagai macam bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.


AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia, seperti sel T CD4+ (sejenis sel T), makrofaga, dan sel dendritik. HIV merusak sel T CD4+ secara langsung dan tidak langsung, padahal sel T CD4+ dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Bila HIV telah membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya menyusut hingga kurang dari 200 per mikroliter darah, maka kekebalan di tingkat sel akan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS. Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala infeksi HIV awal, dan akhirnya AIDS; yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel T CD4+ di dalam darah serta adanya infeksi tertentu.
Tanpa terapi antiretrovirus, rata-rata lamanya perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS ialah sembilan sampai sepuluh tahun, dan rata-rata waktu hidup setelah mengalami AIDS hanya sekitar 9,2 bulan. Namun demikian, laju perkembangan penyakit ini pada setiap orang sangat bervariasi, yaitu dari dua minggu sampai 20 tahun. Banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya ialah kekuatan tubuh untuk bertahan melawan HIV (seperti fungsi kekebalan tubuh) dari orang yang terinfeksi.Orang tua umumnya memiliki kekebalan yang lebih lemah daripada orang yang lebih muda, sehingga lebih berisiko mengalami perkembangan penyakit yang pesat. Akses yang kurang terhadap perawatan kesehatan dan adanya infeksi lainnya seperti tuberkulosis, juga dapat mempercepat perkembangan penyakit ini. Warisan genetik orang yang terinfeksi juga memainkan peran penting. Sejumlah orang kebal secara alami terhadap beberapa varian HIV. HIV memiliki beberapa variasi genetik dan berbagai bentuk yang berbeda, yang akan menyebabkan laju perkembangan penyakit klinis yang berbeda-beda pula. Terapi antiretrovirus yang sangat aktif akan dapat memperpanjang rata-rata waktu berkembangannya AIDS, serta rata-rata waktu kemampuan penderita bertahan hidup. (http://infokesehatan101.blogspot.com)

Sosialisasi PPDB, Gelar Sepeda Sehat Keliling Kecamatan

MTs Makara – Selain melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tingkat dasar di wilayah kecamatan Karangan, MTs Ma’arif Karangan  menginformasikan  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ke masyarakat, dengan cara  menggelar sepeda sehat keliling kecamatan pada hari Kamis 16 Mei 2013. Diikuti seluruh siswa, acara tersebut dibuka dan diberangkatkan langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak Drs. H. Sukarodin, M.Ag. Peserta sepeda sehat menempuh perjalan lebih dari 8 KM, yakni start dari halaman madrasah, arah Utara ke desa Kerjo, kemudian balik ke Selatan menuju Pasar Subuh Karangan, arah Timur dusun Kedungwaru – dusun Jeruk, ke arah Timur Pasar Templek Sumberingin, ke Selatan desa Jatiperahu, balik ke Utara desa Sumberingin, kemudian dusun Punjung desa Salamrejo, dan finish di halaman madrasah lagi.
Selain mengajak para siswa madrasah untuk menerapkan pola hidup sehat dengan  berolahraga, sepeda sehat ini digelar sekaligus memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Walaupun ada beberapa permasalah kecil seperti ban bocor, ataupun sepeda peserta yang mengalami kerusakan di jalan, tidak sedikitpun mengurangi semangat  peserta sepeda sehat untuk menggenjot sepedanya menuju garis finish.

Nana Kelvin Ramadhani siswa kelas IX mengaku sangat senang dengan acara yang diadakan sekolah seperti ini
“ Biarpun capek, tapi senang karena sekalian untuk refreshing setelah menyelesaikann banyak ujian-ujian kelulusan khususnya kelas IX”, jelas dia.

Bapak ibu guru yang pagi itu kompak pakai kaos seragam hijau-hijau juga tidak mau kalah dengan yang lain. Salah satunya pak Chomarudin yang siap dengan sepeda jadulnya.
“Alhamdulillah walaupun ngos-ngosan tapi akhirnya sampai finish juga”, kata beliau sambil tertawa.

Rabu, 17 April 2013

Istighotsah, Sukses Ujian Nasional 2013

MTs Makara - Menghadapi Ujian Nasional (UN) tanggal 22 April 2013, Keluarga besar MTs Ma'arif Karangan menggelar istighotsah, berdo'a bersama agar diberi kelancaran dan kemudahan. Apalagi selama ini siswa-siswi merasakan beban berat mengikuti rangkaian ujian mulai praktik, UM, UAMBN,Try out dan sebagainya. Acara istighotsah seperti ini sangat diperlukan untuk memberikan motivasi, dukungan moral dan spiritual  kepada mereka.
Acara yang digelar hari ini, Rabu 17 April 2013 mulai jam satu siang, tersebut berlangsung khitmad. Juga hadir langsung dewan pembina madrasah Bapak KH. Mastur Ali, Ketua Yayasan Bapak Ali Muchsin,  dewan guru dan karyawan, seluruh Pengurus Yayasan, dan  siswa kelas IX beserta walinya. 

Kepala Madrasah, bapak Drs. H. Sukarodin dalam sambutannya berpesan kepada siswa kelas IX untuk meningkatkan belajar agar lulus seratus persen seperti tahun lalu.
" Jangan lupa, sebelum berangkat ujian, mohon do'a restu kedua orang tua", jelas beliau.

Bapak KH. Mastur Ali yang memberikan tausiahnya pada saat itu, juga berpesan kepada siswa, selain belajar dengan giat juga dihimbau untuk memperbanyak ibadah dan berdo'a.
" Perbanyak sholawat, supaya diberi petunjuk  oleh Allah SWT", tambah beliau.

Rangkaian acara istighotsah tersebuta  akhirnya ditutup dengan do'a dari para kyai-kyai yang hadir dan sholat Ashar berjama'ah. Sukses ujian nasional hanya kita yang menentukan. Semoga dengan do'a kita bersama-sama, anak-anakku kelas IX sukses dengan targetnya. Dan bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi...Kalian BISA...!!!!Amin...


Rabu, 27 Maret 2013

Alumni SMANESA 2004 peduli MTs Ma'arif Karangan

MTs Makara - Kepedulian terhadap dunia pendidikan ditunjukkan para alumni SMAN 1 Trenggalek (SMANESA) 2004. Mereka menyisihkan sebagian rezekinya dengan memberikan bantuan ke MTs Ma'arif Karangan. 

Sebelumnya koordinator alumni, sudah survey ke sekolah. Dan, alhamdulilah dana yang terkumpul sebanyak Rp 2.200.000,- bisa direalisasikan dalam bentuk papan tulis white board, alat olah raga, dan subsidi biaya Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada lima belas siswa-siswi madrasah yang kurang mampu dari kelas VII dan VIII.

Bapak Drs. H. Sukarodin, M.Ag selaku kepala madrasah mengaku sangat berterima kasih atas kepedulian keluarga besar alumni SMANESA 2004.

"Saya pribadi, sangat berterima kasih kepada seluruh alumni SMANESA 2004, semoga bisa memberi manfaat bagi siswa-siswi serta madrasah.Amin", ucap beliau.

Beliau juga sangat berharap tali silaturrahim para alumni tetap terjalin, dan bisa saling membantu antar alumni, atau bahkan membantu pihak lain yang membutuhkan, seperti yang dilakukan di madrasah ini. Sebenarnya madrasah sendiri sudah sering memberikan bantuan-bantuan kepada siswa madrasah. Misalnya ada beberapa siswa yang benar-benar seratus persen bebas biaya sekolah, dan bahkan ditambah biaya transport untuk naik kendaraan umum. Tapi karena keterbatasan dana yang dimilki, dana tersebut tidak bisa mengcover semuanya. Dan program yang sudah dilakukan alumni SMANESA 2004 ini, dirasa sangat membantu madrasah.
(Untuk team Power Ranger A'an, JP, Aples, Mandra, Terima kasih,, "Semoga kalian bisa menjadi inspirasi siswa-siswi madrasah untuk semangat belajar dan meraih cita-cita setinggi mungkin...") 

Kamis, 21 Maret 2013

Impian Menciptakan Sekolah Ramah Anak (SRA)


Guru Idolaku....
Guru panutanku.....
Sekolah tempat berekreasi dan bereksplorasi
Sekolah tempat mengasah intelektual.........

MTs Makara – Guru menampar muridnya karena telah melakukan kesalahan, seorang anak terpaksa berhenti sekolah menjadi bahan olok-olok temannya. Permasalahan ini masih saja sering terjadi di sekolah, yang dimana sejatinya adalah tempat untuk mendidik dan menimba ilmu. Maukah anak-anak kita akan menjadi korban  berikutnya?

Penggagasan diciptakannya Sekolah Ramah Anak (SRA) di kabupaten Trenggalek didasari karena masih ditemukannya perlakuan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah. Gagasan ini telah disampaikan dalam acara yang digelar di pendopo kabupaten, Senin/ 18 Maret di hadiri para undangan yang terdiri dari Kepala Dinas Pendidikan Kusprigianto, Utusan Kemenag, Kepala BPPKB, Kepala UDP dan Kepala SMP/ MTs, SMA/ SMK se-kabupaten Trenggalek.

Bupati Trenggalek, Ir. Mulyadi WR MMT beserta wakil bupati yang hadir dalam acara tersebut dalam sambutannya mengatakan pemerintah daerah sangat mendukung program ini, dengan  kesiapan menggelontorkan dana untuk  program Sekolah Ramah Anak (SRA), yang diambilkan dari dana APBD.

Winny Isnaini, ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur selaku pembicara mengatakan, masih banyak sekolah yang tidak melibatkan siswa dalam hal membuat kebijakan sekolah. Ujung-ujungnya anak tidak memiliki rasa tanggung jawab melaksanakan kebijakan dan cenderung melakukan tindakan yang keliru.

“ Kekerasan pada anak secara terus menerus dapat mengakibatkan stress dan kecemasan berlebihan yang akan berdampak pada kerusakan otak anak.”, lanjut Dia.

Penelitian yang dilakukan UNICEF di Indonesia tahun 2006 di Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara mengungkapkan bahwa hampir 80 persen guru pernah memebrikan sanksi berupa hukuman termasuk secara verbal. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar tindakan kekerasan pada anak dilakukan oleh orang-orang disekitar anak-anak termasuk orang tua, guru dan teman-temannya. Tahun 2009 di Jatim juga ditemukan fakta kekerasan terhadap anak terjadi di sekolah. Tahun 2012 fakta tersebut tidak berubah bahkan jenisnya mengikuti trend jaman.

Agar tercipta Sekolah Ramah Anak (SRA) diperlukan kerjasama seluruh komponen yang berkaitan, agar permasalahan-permasalahan yang di alami anak sekolah bisa diselesaikan dengan optimal.

Jumat, 08 Februari 2013

Sosialisasi Ujian Nasional

MTs Makara - Sabtu 2/2/2013, pihak madrasah mengundang seluruh wali murid untuk keperluan mensosialisasikan Ujian Nasional (UN)tahun 2013.
Untuk menghadapi ujian nasional yang semakin dekat, diharapkan peran orang tua untuk lebih peduli ikut membimbing putra putrinya giat belajar. Sebagai bentuk dukungan pihak madrasah sendiri sudah berusaha untuk melatih kesiapan siswa dengan sering memberikan try out mandiri untuk semua mata pelajaran UN dan diadakannya pelajaran tambahan setiap jam enam pagi mulai bulan Januari kemarin. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh target kelulusan seratus persen seperti tahun lalu.

Kepala MTs Ma'arif Karangan, bapak Drs. H. Sukarodin, M.Ag dalam sambutannya berpesan kepada siswa madrasah untuk tidak menganggap enteng ujian nasional, tetapi juga jangan menganggap ujian nasional merupakan hal yang menakutkan. Kesiapan mental, kemauan keras, serta belajar sungguh-sungguh akan sangat mendukung siswa menghadapi ujian nasional nanti. Kelulusan mutlak diperoleh setiap siswa untuk melanjutkan ke sekolah lanjutan yang lebih tinggi. Maka dalam hal ini orang tua juga diharapkan kerjasamanya dengan terus mengawasi kegiatan putra-putrinya selama di rumah.

Perlu diketahui, berdasarkan informasi yang sudah madrasah peroleh bahwa ujian nasional tingkat SMP/ MTs serentak mulai tanggal 22 April 2013.