Senin, 13 Oktober 2014

Pemilihan Langsung Ketua OSIS ala MTs Makara

MTs Makara -  Sudah berlangsung dua kali, pemilihan ketua OSIS MTs Ma’arif Karangan dilaksanakan pemilihan secara langsung. Pada pelaksanaan tanggal 8 September 2014 yang lalu alhamdulillah pemilihan berlangsung lancar, dan sebagai calon terpilih, yaitu Siti Nurul Hidayah mendapatkan suara terbanyak dan pantas untuk maju menjadi Ketua OSIS periode 2014 – 2015. 


"Ide awal pemilihan ketua OSIS secara langsung ini, murni dari anak - anak OSIS lama yang menginginkan pemilihan ketua OSIS dipilih langsung oleh siswa agar lebih demokratis," kata Kepala Madrasah bapak Drs. H. Sukarodin, melalui waka kesiswaan Drs. Chomarudin.

Menurut dia, pemilihan ketua OSIS secara langsung tersebut sebagai bentuk simulasi yang diklaim hasilnya lebih efektif, dibandingkan dengan sekadar simulasi biasa yang mudah dilupakan, karena siswa tidak mengalaminya langsung.  Dan pihak sekolah dengan senang hati memfasilitasi khusunya masalah dana untuk kegiatan positif semacam ini.

"Sebelumnya, pemilihan ketua OSIS dipilih oleh perwakilan dari masing-masing kelas. Kini semua siswa memilihnya langsung karena biaya pemilihan ketua OSIS merupakan dana dari sekolah," tambahnya.. 

Walaupun dengan sarana yang sangat sederhana, pemilihan ketua OSIS langsung ini setidaknya bisa memberikan gambaran mengenai pelaksanaan PEMILU sesungguhnya karena baik panitia, TPS, bilik suara maupun kartu dibuat semirip mungkin dengan aslinya. 

"Kami juga memberikam bimbingan untuk membedakan kartu suara yang sah dan tidak sah," kata Ketua Panitia Pemilihan Ketua OSIS, Ahmad Samroni. Intinya pelaksanaan ketua OSIS ini mampu membentuk OSIS Makara yang solid, mampu menjadi motivator buat teman-teman yang lain, dan selalu menjadi creator segala kegiatan positif di madrasah tercinta ini.




Kamis, 09 Oktober 2014

Jaya Pramuka Indonesia


MTs Makara - Jum’at 9 September 2014 Satuan Komunitas Pramuka (SAKOMA) Pangkalan MTs Ma’arif Karangan sukses menggelar kegiatan Perkemahan Jum’at malam Sabtu (Perjumsa) tahun 2014. Hal ini sebagai tanda diterimanya anggota Pramuka baru di Pangkalan MTs Ma’arif Karangan.


Kamabigus menyambut baik kegiatan ini karena sangat membantu siswa untuk bisa disiplin, mandiri dan tanggung jawab,. Apalagi ekstrakurikuler Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib pada kurikulum 2013.

Satuan komunitas pramuka (sako), adalah satuan organisasi penyelenggara pendidikan kepramukaan yang berbasis, antara lain profesi, aspirasi, dan agama.

Satuan komunitas pramuka merupakan himpunan dari gugus depan berbasis komunitas dan berbasis satuan pendidikan yang mempunyai kekhususan dalam aspirasi. Satuan komunitas pramuka di tingkat cabang dibentuk apabila sedikitnya ada lima gugus depan seaspirasi di wilayah cabang tersebut.

Satuan komunitas pramuka di tingkat daerah dibentuk apabila sedikitnya ada satuan komunitas pramuka yang sama di lima kwartir cabang. Satuan komunitas pramuka di tingkat nasional dibentuk apabila sedikitnya ada satuan komunitas pramuka yang sama di lima kwartir daerah.

Satuan komunitas pramuka dikelola oleh pengurus yang sedikitnya terdiri atas:
         ketua;
         sekretaris;
         bendahara.

Satuan komunitas pramuka dapat membentuk majelis pembimbing yang anggotanya terdiri atas tokoh-tokoh dalam komunitas yang bersangkutan. Beberapa satuan komunitas pramuka seaspirasi dapat membentuk badan koordinasi. Ketua badan koordinasi atau ketua satuan komunitas pramuka dilantik dan dikukuhkan oleh kwartir yang bersangkutan. Ketua badan koordinasi atau ketua satuan komunitas pramuka secara ex-officio dapat menjadi andalan kwartir yang bersangkutan.


Senin, 08 September 2014

69 Tahun " Aku Bangga Indonesia"

MTs Makara (8 September 2014) – Sebagai wujud semangat yang tinggi akan kemerdekaan bangsa ini, MTs Ma’arif Karangan mengikuti segala kegiatan yang telah dijadwalkan oleh kecamatan dalam rangka memeriahkan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-69. Semangat juang para pahlawan dalam merebut kemerdekaan yang selalu menjadi inspirasi bagi siapa saja.
Mulai dari perlombaan olahraga, pawai seni, sampai kegiatan expo, MTs Ma’arif Karangan selalu ikut dengan menampilkan yang terbaik. Drs. H. Sukarodin, M.Ag selaku kepala madrasah mengatakan bahwa kegiatan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) semacam ini merupakan wadah para siswa khususnya siswa MTs Ma’arif Karangan untuk menampilkan bakat yang dimiliki. “ Dan ini merupakan sarana memperkenalkan lebih jauh madrasah kita kepada masyarakat luas bahwa MTs Ma’arif Karangan bisa berprestasi” sambung beliau.

Selama hampir sebulan penuh, mulai  tahap persiapan persiapan sampai pelaksanaan kegiatan, memang sangat menyita waktu dan tenaga. Berkat hasil kerja keras semua warga besar MTs Ma’arif Karangan, tidak sia-sia madrasah kita bisa membuktikan dengan meraih hasil yang maksimal. Antara lain juara dua bola vollley dan lomba pidato, juara tiga lomba geguritan dsb.


Semoga untuk tahun depan MTs Ma’arif Karangan lebih meningkat prestasinya, dan harapan semoga semua elemen yang ada disekolah ini bersinergi untuk memupuk bakat-bakat yang dimiliki siswa agar mereka bisa lebih maksimal dalam mengikuti berbagai perlombaan. Tidak hanya perlombaan tingkat kecamatan saja tetapi bisa ke tingkat yang lebih tinggi. Sukses Makara.....!!!


Sabtu, 26 Juli 2014

Lebaran Sebentar Lagi


Makara (28/03/2014) - "Lebaran tanpa mudik, lebaran tanpa ketupat, lebaran tanpa baju baru, lebaran tanpa kue, atau......Cuma Indonesia yang punya"


Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Kata mudik berasal dari sandi kata bahasa jawa ngoko yaitu mulih dilik yang berarti pulang sebentar. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Tradisi mudik muncul pada beberapa negara berkembang dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti Indonesia.
Hari Raya Idhul Fitri adalah hari kemenangan yang selalu dinantikan siapapun setelah selama sebualan penuh di bulan Ramadhan berlaga melawan hawa nafsu. Tak sedetik pun ingin dilewatkan begitu saja moment di hari raya umat muslim sedunia ini. Yang selama ini bertahun-tahun merantau, akan menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman. Tak peduli harus berdesakan dibus,  kereta api, ditambah harga tiket yang naik selangit, satu tujuan mereka, hanya ingin berkumpul bersama keluarga di rumah. Pasar-pasar, toko baju, kota pinggiran seperti Trenggalek yang dulunya sepi mendadak ramai luar biasa, fenomena setahun sekali yang hanya terjadi di hari raya Idhul Fitri. 

Saya juga dibuat kaget, ketika semalam sama keponakan melewati jalan di desa Ngadirenggo sampai Kedunglurah, pemandangan yang selama ini sangat jarang saya temui. Bagaimana tidak, untuk merayakan Idhul Fitri warga di desa tersebut memasang berbagai hiasan mulai dari umbul-umbul, lampion, sampai lampu warna-warni.  Di desa widoro salah satunya, hiasan-hiasan penyemarak hari raya sudah lama terpasang. (foto di atas : Desa Widoro-Gandusari-fotone mas Dhimas**suwun kang). Situasi yang selalu membuat kangen siapapun untuk selalu pulang ke kampung halaman, dan mungkin  hal unik seperti ini juga ada di kampung atau desa anda.

" MTs MA'ARIF KARANGAN MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDHUL FITRI 1435 H, Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin"..Semoga Idhul Fitri kali ini menjadi hari yang sangat teristimewa bagi siapapun..membawa berkah bagi yang mau saling memaafkan. Selamat berkumpul bersama kelauarga, sanak saudara dan orang-orang yang anda cintai...

Jumat, 18 Juli 2014

Bagi Takjil Gratis dan Do'a Untuk Palestina

Makara (18/07/2014) – Untuk mengisi bulan Romadlon tahun ini dengan kegiatan-kegiatan positif, kembali MTs Ma’arif Karangan berbagi takjil gratis. Kegiatan yang bertemakan “BAGI TAKJIL GRATIS DAN DO’A UNTUK PALESTINA” tersebut dilaksanakan Kamis, 17 Juli 2014 kemarin  di seputaran pertigaan desa Jati dan perempatan Karangan pukul empat sore menjelang berbuka puasa. Walaupun dalam kondisi berpuasa siswa-siswi MTs Ma’arif Karangan diwakili anggota OSMAKARA (OSIS MTs Ma’arif Karangan) tak merasa lelah  membagi-bagikan takjil gratis kepada masyarakat  Karangan dan sekitarnya yang sedang ngabuburit serta para pengguna jalan.

“Ini amanah dari teman-teman, walaupun lagi puasa tapi seneng aja kita bagi-bagi takjil kepada orang-orang disini”, kata Ahmad Samroni siswa kelas IX yang juga masih menjabat ketua OSIS ini. 

Kegiatan yang sudah menjadi agenda tahunan ini disambut antusias semua siswa-siswi MTs Ma’arif Karangan, terbukti mereka semangat sekali berpartisipasi ketika sebelumnya dilakukan penggalangan dana untuk pembuatan takjil.

Kepala Madrasah bapak Drs. H. Sukarodin, M.Ag mengaku sangat senang dengan kepedulian anak-anak MTs Ma’arif Karangan untuk saling berbagi di bulan suci Romadlon ini. Ini merupakan langkah awal yang luar biasa, ditengah keterbatasan ternyata siswa-siswi MTs Ma’arif ini masih memiliki kepedulian dengan orang lain.

Kegiatan bagi takjil gratis ini merupakan rangkaian kegiatan Pondok Romadhon yang akan ditutup dengan buka bersama besok. Tak lupa panitia bagi takjil gratis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua teman-teman, Bapak/ Ibu guru, pihak-pihak yang telah mendonasikan sebagian uang saku (he..he..he..) atau pun bantuan tenaga. Semoga selalu mendapatkan rahmat dari Alloh  SWT, dan ini menjadi salah satu sumber pahala di bulan Ramadlon bagi kita semua. Dan semoga do’a-do’a kita dijawab oleh Alloh SWT untuk saudara kita di Palestina yang mendambakan kedamaian. Amin.
SAMPAI JUMPA DI BULAN ROMADLON TAHUN DEPAN..BRAVO MAKARA....


Rabu, 16 Juli 2014

Kurikulum Baru Untuk Siswa Baru

Makara (16/07/2014) - Memasuki tahun pelajaran 2014/ 2015, MTs Ma'arif Karangan sudah melakukan berbagai persiapan untuk menerapkan kurikulum 2013 khusus untuk kelas VII.
Karena berada pada bulan Ramadhan, pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) dilaksanakan hanya dua hari. Materi yang disampaikan lebih mengarah kepada pengenalan madrasah. Kepala Madrasah Tsanawiyah Ma'arif Karangan melalui Wakil Kepala Kurikulum, bapak Sama'in, S,Ag mengatakan bahwa diharapkan siswa baru bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan MTs Ma'arif Karangan. Dan mereka mampu berprestasi baik dibidang akademik maupun non akademik.

Dalam mengimplementasikan kurikulum, yang jauh lebih penting adalah guru sebagai ujung tombak bahkan bisa menjadi ujung tombok serta garda terdepan dalam pelaksanakan kurikulum. Oleh karena itu betapa pentingnya kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum itu selain kompetensi, komitmen dan tanggung jawabnya serta kesejahteraannya yang harus terjaga. Kompetensi guru bukan saja menguasai apa yang harus dibelajarkan (content) tapi bagaimana membelajarkan siswa yang menantang, menyenangkan, memotivasi, menginspirasi dan memberi ruang kepada siswa untuk melakukan keterampilan proses yaitu mengobservasi, bertanya, mencari tahu, merefleksi  sebagaimana dinyatakan filosof Betrand Russel “More important than the curriculum is the question of the methods of teaching and the spirit in which the teaching is given”. 
 
Kurikulum penting, tetapi yang tak kalah pentingnya juga adalah bagaimana strategi membelajarkan dan spiritnya. Dengan strategi pembelajaran yang tepat dalam mengimplementasikan kurikulum disertai dengan  spirit pendidikan yang selalu menggelora  pada setiap guru atau pendidik dan peserta  didik, maka proses pendidikan itu sendiri tidak terlepas dari rohnya. Sebuah kata bijak mengatakan bahwa “At-Thariqatu Afdalu Minal Mad” (Metodologi tidak kalah pentingnya dibanding substansi). Betapapun baiknya kurikulum yang telah dikembangkan, buku pelajaran dan media pembelajaran disediakan serta dilaksanakan  Diklat baik Kepala Sekolah, Pengawas, Guru Inti, Guru Pelatih maupun Diklat guru secara massal pada akhirnya berpulang kepada ada tidaknya kemauan untuk berubah (willingness to change) dari  para pemangku kepentingan utama pendidikan tersebut. Semoga siap untuk berubah.